SARANA ADVOKASI & EDUKASI

"FIGHT TO SAVE PMI TAIWAN"

Hati-hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Pejabat maupun Institusi BP2MI, Agar Selalu Waspada! ~

22 April 2019

Pelatihan Keterampilan PMI (Exit Program) di Kaohsiung Kick Off !



Kaohsiung (21/04/19) – KDEI Taipei kembali menggelar Pelatihan Keterampilan PMI bekerja sama dengan GWO Taiwan. Kali ini dilaksanakan untuk pertama kalinya di Kaohsiung, Taiwan bagian selatan.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali para PMI khususnya yang menjelang purna sebagai bekal untuk dapat melanjutkan usaha setelah pulang di Indonesia. Acara perdana Kelas A dihadiri oleh 30 PMI yang berasal dari wilayah Kaohsiung dan sekitarnya.

Sekitar pukul 09.00 para PMI sudah memenuhi salah satu ruangan khusus Pelatihan Tata Boga di Kuochi Senior Vocational High School, No.84, Sanduo 2nd Rd., Lingya Dist., Kaohsiung), εœ‹ιš›ε•†ε·₯ι«˜η΄šδΈ­η­‰ε­Έζ ‘ (802ι«˜ι›„εΈ‚θ‹“ι›…ε€δΈ‰ε€šδΊŒθ·―84θ™Ÿ).

Kegiatan pelatihan sebelumnya hanya dipusatkan di Taipei, namun mengingat tingginya permintaan PMI khususnya di daerah selatan akhirnya pada tahun 2019 dicoba dilakukan di Kaohsiung.

Pelaksanaan Kegiatan Exit Program ini berlangsung terdiri dari dua Kelas (Kelas A dan Kelas B) yang dilaksanakan dalam dua sesi pertemuan. Pertemuan pertama diisi yakni Baking Class (Pembuatan Kue) dan Taiwanese Beverage (Pembuatan Minuman Khas Taiwan).

Hadir dalam pertemuan perdana Kelas A, Kadir selaku Analis Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei turut memberikan motivasi dan semangat kepada para peserta.
“Harapannya adalah para PMI dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya guna memberikan pengetahuan dasar untuk mulai memikirkan usaha yang dapat dikembangkan setelah kembali ke tanah air. Tantangan dalam melaksanakan exit program ini adalah meyakinkan para PMI terhadap konten pelatihan yang dilaksanakan”, ujarnya dalam keterangannya.

KDEI Taipei juga mengapresiasi antusias para PMI peserta dalam menghadiri Exit Program tersebut. Diantaranya ada yang jauh-jauh datang dari Taipei untuk bisa mengikuti acara dimaksud.

Salah satu peserta pelatihan, Ahmad Royani menyampaikan bahwa dengan adanya pelatihan ini menambah ilmu baru yang bisa di kembangkan nanti di Indonesia, serta dirinya berharap semoga bisa menjadi pengusaha sukses.
“Sudah bertahun tahun di Taiwan, susah banget cari kesempatan seperti ini”, ujar Neni, peserta lainnya.

Secara umum para peserta terlihat antusias dan dapat menyerap materi pelatihan yang disampaikan. Pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 28 April 2019 di tempat yang sama dengan materi tentang Pelatihan Dasar Tata Cara Ekspor dan Diskusi tentang Manajemen Usaha.

Dokumentasi Lainnya :











Juga diberitakan di :