SARANA ADVOKASI & EDUKASI

"FIGHT TO SAVE PMI TAIWAN"

Hati-hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Pejabat maupun Institusi BP2MI, Agar Selalu Waspada! ~

24 April 2017

[BERITA] Wawancara dengan Indosuara terkait Maraknya Penipuan Penawaran Job di Taiwan



Jumat (21/4) Indosuara melakukan wawancara dengan mengunjungi perwakilan BNP2TKI di KDEI pada hari Jumat lalu. Diterima oleh Farid Maruf, Analis Ketenagakerjaan KDEI dan asistennya, Kadir. Dalam wawancara kami, Farid menyatakan bahwa rekan-rekan TKI di Taiwan hendaknya berhati-hati terhadap rayuan dari pemilik LINE “Pengaduan TKI” yang menawarkan bisa mencarikan job kerja dan perpindahan majikan di Taiwan. Sebelumnya, LINE tersebut seolah berkedok sebagai LINE resmi yang dimiliki BNP2TKI.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEickFpHqhhQwv1t4WkVfAlDcC-rQPgbGSb0qki57vXvTxHYvbV69CFi79b96kT_xeKiTkuBghIX3NMNDm_MDGNCUxvwchm2z7XSpRQ8eDqOkUXBaATIaUkJVou63og6KlH-pqBgG7g07i6Z/s320/construction.jpg Melalui LINE tersebut, TKI ditawarkan beragam biaya untuk perpindahan majikan dan pencarian job kerja di Taiwan. Biaya yang ditawarkan pun beragam dari NT$ 15,000 hingga NT$ 30,000. Farid menjelaskan bahwa TKI harus pintar tak boleh mudah tertipu dengan penipuan ini.

“Semua tawaran job kerja selama di Taiwan dan proses perpindahan majikan secara resmi itu sebenarnya tidak memerlukan biaya tambahan,” ujarnya. Modus penipuan tersebut biasanya meminta nomor paspor TKI. Dari nomor paspor tersebut, si pelaku memang bisa menyelidiki keberadaan TKI pernah bekerja di mana. Hal tersebut memang bisa dicek di website BNP2TKI gunanya untuk keluarga TKI agar bisa memantau keberadaan keluarganya.

“Sebenarnya caranya mudah untuk mendeteksi penipuan seperti ini. Jika si pelaku meminta bayaran sejumlah uang, berarti itu adalah penipuan.” Tambah Farid menjelaskan.
Jika TKI ingin pindah majikan dan mencari job di Taiwan, harusnya meminta kepada agensi, bukan terbujuk rayuan penipu seperti yang ada di LINE “Pengaduan TKI”. Prosesnya, jika TKI ingin pindah majikan, maka akan dibuatkan kontrak pemutusan kerja dengan majikan lama, kemudian memasukkan nama TKI ke bursa kerja resmi Depnaker yang ada di setiap county atau kota di Taiwan.

Farid juga menjelaskan mengapa TKI mudah tertipu penawaran job, dikarenakan mereka merasa kurang puas dengan jobnya saat ini.

“Memang, di Taiwan saat ini masih ditawarkan job-job yang berkutat pada keadaan yang kotor, berat dan sulit. Jadi yang membuat TKI mudah berpaling ingin pindah job karena tergiur dengan iming-iming gaji lebih besar dan pekerjaan lebih mudah. Biasanya yang mudah tertipu adalah TKI yang baru datang,” tambah Farid menjelaskan.

Selain memberitahukan bagaimana cara mengenali penipuan penawaran joib, Farid juga sempat memberitahukan informasi terbaru yang didapat dari Depnaker Taiwan bahwa TKI Informal seperti care taker penjaga orang tua kini bisa pindah pekerjaan menjadi TKI formal bekerja di pabrik tanpa perlu pulang ke Indonesia. Namun yang patut diperhatikan adalah TKI tersebut haruslah ada pabrik atau majikan yang siap mempekerjakannya. Jika TKI tersebut ingin pindah majikan atau pindah ke pabrik, tetapi hingga batas waktu tunggu dari Depnaker telah habis dan TKI tersebut belum mendapatkan majikan baru atau pabrik untuk bekerja, maka harus pulang ke Indonesia.

Sumber : Indosuara

CEK JUGA POSTINGAN SEBELUMNYA Waspada Penipuan