SARANA ADVOKASI & EDUKASI

"FIGHT TO SAVE PMI TAIWAN"

Hati-hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Pejabat maupun Institusi BP2MI, Agar Selalu Waspada! ~

17 November 2018

Demi Memahami Budaya Asing, Aksi Persahabatan Pelajar Taiwan dan PMI Diselenggarakan di KDEI

(說明:Para pelajar yang mewawancarai teman-teman migran (sumber: Sudin Pendidikan Kota Taipei))
Untuk mempromosikan pendidikan internasional, SMP Binjiang tahun ini mempromosikan kegiatan “mengenal orang asing” dalam kurikulum pengajaran bagi para siswa di kelas 8. Pada tanggal 13 November lalu, di siang hari guru dan siswa SMP Binjiang berkunjung ke Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI), mereka mengunjungi dan mewawancarai teman-teman Indonesia di kantor perwakilan tersebut dan berusaha memahami kesulitan pekerja migran di Taiwan. Setelah kembali ke sekolah, diharapkan "Rencana Aksi Kota yang Ramah" dapat diusulkan untuk kurikulum di semester berikutnya.
SMP Binjiang secara aktif mempromosikan pendidikan internasional, menerapkan pertukaran dengan mahasiswa asing, dan mengadakan 8 minggu kegiatan “mengenal orang asing” untuk memahami budaya Indonesia di sekolah. Pihak sekolah juga mengatur siswa kelas 8 untuk belajar keterampilan wawancara, mengunjungi KDEI yang berlokasi di dekat sekolah, membuat para pelajar berlatih wawancara dan diskusi percakapan dengan para pekerja migran di Taiwan.
Kurikulum “mengenal orang asing” ini memperkenalkan keadaan geografi Indonesia, sejarah, dan berbagai latar belakang pengetahuan lainnya, termasuk memperkenalkan karya-karya sastra migran sehingga memungkinkan para siswa melihat dunia spiritual dari etnis dan kelompok lain, menginspirasi anak-anak untuk bertanya tentang beberapa hal: mengapa mereka datang ke Taiwan? Bagaimana kehidupan di Taiwan? Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka?
Salah satu siswa kelas 8, Lin Jiawei (林家瑋) mengatakan, kegiatan tersebut membantu mereka untuk memahami mengapa pekerja migran Indonesia datang ke Taiwan, meskipun komunikasi tidak mudah, tetapi para siswa bekerja keras untuk menyelesaikan tugas tersebut, sangat menyenangkan!
Siswa lain, Yang Shengyan (楊盛硯) mengatakan bahwa bahasa Inggrisnya tidak begitu baik dan gugup ketika bertemu dengan orang asing, dia juga takut untuk mengatakan buruk atau tidak mengerti makna percakapan lawan bicaranya, untungnya dia bertemu dengan teman Indonesia yang sangat baik, bahkan dapat berbicara Bahasa Mandarin, membuat hal tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Teman-teman migran dengan sabar dan murah hati menerima pertanyaan para siswa, ketika mereka berbicara tentang kampung halaman mereka, beberapa dari mereka matanya memerah, hal tersebut membuat para siswa sangat tersentuh.